Tampilkan postingan dengan label tubuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tubuh. Tampilkan semua postingan
Minggu, 09 Februari 2014
Yang Terjadi Pada Tubuh Mu Saat Mati
Sesaat sebelum mati Anda akan merasakan jantung berhenti berdetak, nafas tertahan dan badan bergetar. Anda merasa dingin di telinga. Darah berubah menjadi asam dan tenggorokan berkontraksi.
0 Menit :
Kematian secara medis terjadi ketika otak kehabisan supply oksigen.
1 Menit :
Darah berubah warna dan otot kehilangan kontraksi, isi kantung kemih keluar tanpa izin.
3 Menit :
Sel-sel otak tewas secara masal. Saat ini otak benar-benar berhenti berpikir.
4 - 5 Menit:
Pupil mata membesar dan berselaput. Bola mata mengkerut karena kehilangan tekanan darah.
7 - 9 Menit:
Penghubung ke otak mulai mati, efek yang sama terjadi ketika anda menyaksikan sinetron.
1 - 4 Jam:
Membuat otot kaku dan rambut berdiri, kesannya rambut tetap tumbuh setelah mati.
4 - 6 Jam:
Rigor Mortis * Terus beraksi. Darah yang berkumpul lalu mati dan warna kulit menghitam.
6 Jam:
Otot masih berkontraksi. Proses penghancuran, seperti efek alkohol masih berjalan.
8 Jam:
Suhu tubuh langsung menurun drastis.
Suhu tubuh langsung menurun drastis.
24 - 72 Jam:
Isi perut membusuk oleh mikroba dan pankreas mulai mencerna dirinya sendiri !.
36 - 48 Jam:
Rigor Mortis * Berhenti, Tubuh anda selentur penari balerina lagi.
3 - 5 Hari:
Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah menetes keluar dari mulut dan hidung.
8 - 10 Hari:
Warna tubuh berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah.
Beberapa Minggu:
Rambut, Kuku, Dan Gigi dengan mudahnya terlepas.
Satu Bulan:
Kulit Anda mulai mencair !.
Satu Tahun:
Selain tulang-belulang tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh anda ! Sekarang Anda adalah saingan Twiggy dan Calista Flockhart.
sumber: http://juandry.blogspot.com/2010/02/apa-yang-terjadi-pada-tubuh-mu-saat.html
Jumat, 29 November 2013
Bagian Tubuh Yang Paling Nikmat Digaruk
Anda pasti pernah merasakan gatal, baik karena binatang, alergi, cuaca atau hal lain. Untuk menghilangkan atau meredakannya, menggaruk biasa dilakukan. Lalu, tahukah Anda, dari semua area tubuh, bagian mana yang paling nikmat untuk digaruk?
Jawabannya adalah engkel kaki. Hal ini menurut penelitian yang dilakukan tim dari Liverpool John Moores University, Inggris. Responden yang terlibat dalam penelitian dibuat gatal oleh tanaman cowhage.

Hasilnya, jika dibandingkan dengan dengan gatal pada lengan atau di bagian belakang tubuh, menggaruk engkel kaki adalah yang paling nikmat dan menyenangkan. Salah satu peneliti, Francis McGlone, menjelaskan ada alasan penting di balik penelitian ini.
"Saya berasal dari latar belakang penelitian seputar rasa sakit. Saya tahu ada gatal yang bersifat kronis seperti juga sakit kronis yang merusak kualitas kehidupan. Dengan mengetahui secara spesifik saraf gatal, bisa jadi dasar pengembangan terapi obat untuk mengatasi penyakit seperti psoriasis dan eczema," kata McGlone, yang seorang profesor saraf, seperti dikutip dari The Sun.
Ia juga menjelaskan kalau menggaruk tidak akan menghilangkan rasa gatal yang kronis. Jadi, penderita gatal kronis akan merasa sangat tersiksa. Lalu, saat menggaruk danrasa gatal hilang akan terasa nikmat.
"Saat kita meredakan rasa gatal dengan menggaruk, kita akan merasakankenikmatan. Ada alasan evolusi terkait hal ini," kata profesor McGlone.
Menurutnya, menggaruk sama seperti berhubungan seksual dan makan. Yaitu, semacam kebutuhan yang menyenangkan.
"Seks adalah hal menyenangkan yang mendorong kita untuk bereproduksi. Makan juga menyenangkan. Begitu juga dengan menggaruk karena membuat kita mencari sumber gatal dan berusaha menghilangkannya," ujar profesor McGlone.
Jawabannya adalah engkel kaki. Hal ini menurut penelitian yang dilakukan tim dari Liverpool John Moores University, Inggris. Responden yang terlibat dalam penelitian dibuat gatal oleh tanaman cowhage.

Hasilnya, jika dibandingkan dengan dengan gatal pada lengan atau di bagian belakang tubuh, menggaruk engkel kaki adalah yang paling nikmat dan menyenangkan. Salah satu peneliti, Francis McGlone, menjelaskan ada alasan penting di balik penelitian ini.
"Saya berasal dari latar belakang penelitian seputar rasa sakit. Saya tahu ada gatal yang bersifat kronis seperti juga sakit kronis yang merusak kualitas kehidupan. Dengan mengetahui secara spesifik saraf gatal, bisa jadi dasar pengembangan terapi obat untuk mengatasi penyakit seperti psoriasis dan eczema," kata McGlone, yang seorang profesor saraf, seperti dikutip dari The Sun.
Ia juga menjelaskan kalau menggaruk tidak akan menghilangkan rasa gatal yang kronis. Jadi, penderita gatal kronis akan merasa sangat tersiksa. Lalu, saat menggaruk danrasa gatal hilang akan terasa nikmat.
"Saat kita meredakan rasa gatal dengan menggaruk, kita akan merasakankenikmatan. Ada alasan evolusi terkait hal ini," kata profesor McGlone.
Menurutnya, menggaruk sama seperti berhubungan seksual dan makan. Yaitu, semacam kebutuhan yang menyenangkan.
"Seks adalah hal menyenangkan yang mendorong kita untuk bereproduksi. Makan juga menyenangkan. Begitu juga dengan menggaruk karena membuat kita mencari sumber gatal dan berusaha menghilangkannya," ujar profesor McGlone.
Langganan:
Postingan (Atom)