Tampilkan postingan dengan label ke. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ke. Tampilkan semua postingan
Senin, 10 Februari 2014
200 Ribu Orang Mendaftar Ke Mars Tanpa Tiket Pulang
![]() |
| Mereka yang mengikuti misi ke Mars ini kemungkinan besar tidak akan kembali lagi ke Bumi dan tidak bisa berkumpul kembali bersama keluarga karena keterbatasan dana, teknologi, dan bahan bakar. Proyek ke Mars akan diluncurkan pada 2022 dan sampai di Mars pada 2023. Jarak perjalanan dari Bumi ke Mars sejauh 140 juta mil (225 juta kilometer). Foto : one mars |
Negara yang paling mewakili adalah Amerika Serikat (47 ribu), India (20 ribu), China (13 ribu), Brasil (10 ribu) dan Inggris (8000). Dari Italia dan negara lain masing-masing hanya satu persen. Mereka bersedia untuk terbang satu arah perjalanan ke planet merah alias tanpa tiket pulang.
Kesempatan ini ditawarkan oleh Mars One, sebuah proyek Belanda yang sudah dalam lima bulan telah mengumpulkan lebih dari 200 ribu permintaan individu dari 140 negara. Jalan masih panjang dalam hal apapun.
2015 akan dipilih 6-10 kelompok, masing-masing terdiri dari empat orang, mereka akan mengambil pelatihan selama tujuh tahun. Pada akhirnya, hanya satu dari kelompok-kelompok ini, dan kemudian hanya empat orang, akan menghadapi perjalanan ke luar angkasa untuk jangka waktu tujuh bulan, dan akan menjadi orang pertama yang mendarat di Mars, di mana mereka akan menjalani sisa hidup mereka," seperti yang tercantum pada situs web proyek.
Melansir dari National Geographic. Proyek ini didukung penuh oleh Gerard t Hooft, pemenang Nobel Fisika. "Tujuan jangka panjang adalah untuk membentuk koloni permanen, tetapi ekspansi tidak akan mudah. Tidak ada yang bisa menebak berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya."
Sejalan dengan pernyataan Gerard, sejumlah badan luar angkasa, termasuk NASA menyatakan pesimistis dengan rencana ini. Menurut NASA, hingga saat ini belum ada teknologi yang bisa membuat manusia membangun koloni di Mars.
Sabtu, 08 Februari 2014
Pesanan ulama ketika melangkah ke Putrajaya
Harakahdaily
| Yaakub Dasan, | 02 Okt 2012 |
RANTAU PANJANG: Ketua Dewan Ulama PAS Kelantan mengingatkan usaha mengimarah masjid dan madrasah hendaklah berjalan secara terancang sebagai persediaan rohani sebelum mengambil alih kerajaan di Putrajaya.
Dato’ Mohamed Daud berharap pendokong dan penyokong PAS di seluruh negara terus memantapkan diri dengan ilmu dan amalan agama.
Katanya, majlis-majlis ilmu dengan kelas ilmu tauhid, fiqah dan siasah sekurang-kurang perlu diadakan dua atau tiga kali seminggu.
“Begitu juga kelas memperbetulkan bacaan surah al Fatihah dan Tahiyyat serta membaca al Quran hendaklah dilakukan lebih tersusun.
“Dengan kemantapan ilmu yang ada dalam setiap diri pendokong PAS, membolehkan orang ramai tertarik dengan perjuangan mendaulatkan Islam.
“Selain itu dapat menarik lebih ramai anggota masyarakat datang ke masjid mengikuti pelbagai ilmu agama. Ini cukup penting sebagai proses sebelum memerintah pusat,” katanya di sini.
Beliau mendedahkan perkara itu pada kuliah Maghrib di Pusat Tarbiyah Rantau Panjang dekat sini baru-baru ini.
Mohamed yang lebih dikenali dengan panggilan Ustaz Mat Iraq juga berkata, pendedahan mengenai ilmu memerintah negara perlu diketengahkan kepada masyarakat.
Menurutnya Islam sebuah agama yang lengkap, di mana semua cabang ilmu sudah tersedia sejak lebih 1400 tahun lalu.
Beliau juga berkata, banyak aktiviti tambahan boleh diadakan di masjid dan madarasah termasuk kelas mempelajari al Quran, bahasa Arab, tiusyen subjek matematik dan sains.
Hadir sama Yang Dipertua PAS Rantau Panjang, Abdul Fatah Harun, Naib YDP, Ustaz Mohamad Awang, Ketua Penerangan, Abdul Aziz Yunus dan penghulu-penghulu mukim.
Langganan:
Postingan (Atom)
